
Korban flu burung masih berjatuhan juga hingga saat ini. Kiranya ancaman maut virus H5N1 ini masih mengintai kita melalui banyak cara dan datang dari mana saja. Bukan hanya bangkai unggas yang patut kita cermati, akan tetapi segala sesuatu yang bersinggungan dengan unggas pun patut kita waspadai juga. Kali ini virus ganas tersebut mulai di tengarai menyebar dari pupuk tanaman.
Tengok saja berita dari Tempo Interaktif edisi 11 Desember 2007. Mutiah 28 tahun, diberitakan meninggal dunia di Rumah Sakit(RS) Persahabatan, Jakarta karena tertular virus H5N1(virus flu burung) yang diduga dari pupuk kandang/pupuk kompos. Dugaan ini berdasar pada pemeriksaan unggas di sekitar tempat tinggal korban hasilnya negatif. Dan dugaan tersebut semakin menguat karena warga Cikokol Tangerang tersebut berprofesi sebagai penjual tanaman, yang setiap harinya bersentuhan dengan pupuk kandang/pupuk kompos sebagai media merawat dan menanam tanaman.
Berita ini selain memprihatinkan juga menuntut perhatian dari pemerintah maupun kita semua, agar tidak sesekali mengendorkan kewaspadan dari ancaman virus flu burung(H5N1) yang senantiasa mengintai kita. Terlebih lagi perhatian dan ketertarikan masyarakat banyak saat ini sedang tersedot ke tanaman hias, seiring dengan lagi booming-nya tanaman aglonema, adenium maupun fenomena dari anthurium . Yang tentu saja hal tersebut tidak bisa lepas dari segala aktifitas yang berkaitan dengan pupuk kandang ataupun kompos....









