Showing posts with label Seputar Gresik. Show all posts
Showing posts with label Seputar Gresik. Show all posts


Seperti yang telah banyak diulas diberbagai artikel/tulisan yang banyak tersebar dimedia cetak maupun di internet bahwa banyak sekali keuntungan keuntungan yang bisa kita dapatkan dari olah raga bersepeda, maka diputuskan untuk segera mencari sepeda baru sebagai ganti dari sepeda lama yang sudah "dikuasai" agak lama oleh sang anak, sehingga tidak boleh diminta lagi. Dengan budget yang tidak gede, dan setelah melewati masa hunting dari toko ke toko. Hingga searching didunia maya di situs-situs terkenal seperti bukalapak, tokobagus, berniaga, kaskus, maupun langsung disitus sepeda branded lokal seperti: polygon, wymcycle dan united, akhirnya dapat juga sepeda "baru" dari situs bukalapak. 

Sepeda yang dijual dengan judul "baru" tersebut terbeli dengan alasan selain harganya yang sesuai budget, lokasi penjualnya di area Surabaya, juga penampilannya yang menurutku "ok". Dan Alhamdulillah, proses transaksi pun berjalan dengan aman dan lancar. Dengan menambah ongkos kirim yang masuk akal, bahkan tergolong murah, sepeda idaman akhinya sudah ada ditangan. Sepeda berwarna putih kombinasi hitam tersebut langsung menjadi pusat perhatian dan mengisi kesibukan sehari-hari.

Walhasil, pencanangan agenda gowes pun mulai dilakukan. Hampir semua hari diplot untuk ada kegiatan bersepeda. Mulai agenda gowes sendirian, gowes bareng-bareng anak dan bahkan gowes dengan rekan-rekan dan teman-teman di Gresik. Semuanya direncanakan. Walaupun toh kenyataannya hanya hari Sabtu dan Minggu doang yang bisa terealisasikan di minggu minggu awal memiliki sepeda gunung.

Dan seperti sebelum-sebelumnya, kampanye bersepeda ke rekan-rekan kerja yang lain pun berlangsung seiring dengan kegiatan gowes tersebut. Baik ditujukan kepada rekan-rekan yang sudah mempunyai sepeda tapi kemudian lama digantung. Ataupun rekan-rekan yang memang belum pernah sama sekali melakukan kegiatan bersepeda alias tidak punya sepeda sama sekali. Dengan tujuan menyebarkan penyakit sehat dengan gowes bareng. Dan juga menambah pasukan bersepeda agar kegiatan gowesnya semakin meriah dan menggembirakan.
Pada minggu pertama, nggowes dengan anak dilakukan dengan start dari rumah(Perum GKA Gresik) dengan tujuan berkeliling hingga Kawasan Industri Gresik(KIG). Menyusuri jalan dari GKA menuju ke GKB lewat perempatan supermaket Alfa Midi, lalu meluncur ke bunderan GKB. Setelah itu melintas di sepanjang jalan Randu Agung dan masuk ke area PT Petrokimia Gresik. Perjalanan gowes kemudian dilanjutkan ke Kawasan Industri Gresik(KIG) menyusuri jalan paving. Sempat beberapa saat berhenti untuk beristirahat sejenak. Perjalanan gowes kemudian diteruskan dengan menembus lintasan jalan desa Yoso wilangun kearah jalan utama di depan supermarket Giant GKB. setelah itu perjalanan dilanjutkan menyusuri Jl. Sumatra GKB, melingkari bunderan GKB dan diteruskan lewat depan UNMUH Gresik. Dari sini kita berhenti untuk istirahat lagi....setelah beberapa menit menikmati air putih yang seakan-akan terasa lebih segar dari biasanya, kita pun melanjutkan lagi perjalanan gowes minggu ini. Menyusuri jalanan perumahan GKA dengan santai menuju rumah. Baru ketika sampai rumah, spedo meter menunjukkan jarak 16 an kilometer.Ternyata lumayan jauh juga untuk mengawali kegiatan gowes kali....Tapi yang jelas jarak itu akan semakin bertambah tentunya, seiring dengan semakin meningkatnya aktivitas gowes dan bertambahnya performance tubuh...
Apapun itu....Gowes memang selalu asyikk dan menyehatkan.....Ayo kita gowes...!!!!
Setelah hampir seminggu kita semua disibukkan dengan hiruk pikuk kemeriahan lebaran. Dengan aneka macam kegiatan belanja; barang, baju lebaran dll. Juga kegiatan puasa dengan sahur, berbuka, taraweh, iktikaf, zakat fitra, serta sodaqoh di akhir Romadhon. Diikuti kemudian dengan keruwetan kegiatan mudik, khidmat dan khusyuk nya sholat Idul Fitri, silaturahhim dengan handai taulan dengan segala macamnya. Begitupun juga lidah kita dimanjakan dengan berbagai rasa makanan yang menggoda, kue-kue yang berwarna warni nan menggiurkan dan lezat, serta minuman berbagai rasa yang bukan cuman sekedar sebagai penghapus dahaga sahaja, namun juga sebagai pelampiasan rasa penasaran untuk meneguk sensasi raganm rasanya. Sampai akhirnya...... segala kemeriahan liburan lebaran itu pun harus berakhir, ketika alarm dari handphone berdering menunjukkan waktu sholat Subuh di tanggal 26 Agustus 2012......hufttt. Gak rela rasanya kaki harus melangkah, badan harus bangkit dari pulau impian yang nempel terusss...(niru bahasanya teman gue, hehehe....)

Dan hari-hari penuh dengan rutinitas pekerjaan pun, siap bergulir lagi. Seiring dengan berputarnya roda waktu kehidupan. Rasa berat dan malas pun seakan-akan menjadi hal yang wajar bergelayut di hari pertama ini. Fenomena seperti ini adalah hal yang lumrah dan normal yang terjadi di negara kita. Keunikan, dan segenap hiruk pikuk lebaran di negara dengan penduduk muslim terbesar seantero jagad, seakan-akan selalu melahirkan cerita-cerita baru yang selalu enak untuk diikuti dan dan dijalani. walaupun kenyataan pahitnya menimbulkan berbagai banyak pengorbanan dan biaya yang harus dikeluarkan setiap tahunnya. Bayangkan, dalam lebaran 2012 ini sudah tercatat 800 an korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas..suatu jumlah yang sangat besar dan memprihatinkan.

 So.....Balik kerja lagi....dengan segala keenganan melepaskan masa liburan, rasa malas karena masih terbawa suasana lebaran, capek di sekujur badan yang belum juga hilang gara-gara telat mudik, juga kantuk yang menekan. Semuanya berkumpul jadi satu. Tapi.....kerja tetap kerja...harus mulai diputar lagi roda rutinitasnya....
Jadi apapun hasilnya, dihari ini, terlepas dari perhitungan produktivitas yang pasti amat jauh dari best performance, kita nikmati aja apa adanya aktivitas di tempat kerja dihari ini....Yang penting, datang tidak terlambat, absensi, lalu menampakkan diri ditempat kerja. Sambil tidak lupa untuk bersalam-salaman dengan rekan kerja yang lain yang baru sempat bertemu...

Inilah sebenarnya nikmat lebaran yang seharusnya kita syukuri setiap tahunnya....yang selalu kita nanti-nantikan kedatangannya.....Semoga saja Lebaran kali ini memberikan catatan indah bagi kita semua.....AmiiinnnHappy Lebaran untuk semua....

Minal Aidzin wal Faidzin......Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

Ciao.....








Entah kapan tepatnya semua aktivitas seperti yang nampak pada foto disamping dimulai. Yang jelas saya cukup terpana dan terheran-heran dengan segala pemandangan yang ada pada foto disamping. Tepatnya di jalan penghubung antara perumahan GKB dengan desa Suci.

Beberapa bulan yang lalu saya masih menikmati kegiatan bersepeda di area yang sekarang dipadati dengan aktifitas yang kelihatannya adalah pengeboran minyak tersebut. Menyusuri perbukitan kapur, disela-sela para pekerja pencari batu kapur yang mempersiapkan diri untuk memulai aktifitasnya.
Indah dan menyenangkan sekali. Waktu itu seingat saya hanya sebelah kiri sisi jalan(kalau dari arah GKB ke Suci) terdapat kegiatan pengeboran minyak. Itupun masih sepi aktifitas, karena sempat terhenti entah karena apa. Setiap melintasi area lembah kapur tersebut selalu membuat saya untuk berhenti sejenak, menikmati pemandangan hamparan lembah tersebut.

Namun hari Minggu kemarin.....betapa terkejutnya. Karena di sisi kiri dan kanan jalan terdapat pemandangan yang ramai aktifitas seperti yang tampak di atas. Bagi saya pribadi, hal ini sangat memprihatinkan...Terlepas dari siapa yang mempunyai kuasa dan berhak untuk memutuskan pengolahan area tersebut...saya sebagai penduduk Gresik yang tinggal di wilayah tersebut merasa kehilangan...dan hanya bisa prihatin....apakah tidak ada tempat lain di area Gresik yang jauh dari pemukiman penduduk yang bisa diexplorasi untuk kepentingan seperti itu....? Apakah keamanan, ataupun kesehatan lingkungan( dan ah...kenyamanan) dari penduduk sekitar sudah diperhitungkan dengan adanya proyek tersebut....? Apakah mereka yang membangun itu sudah mempersiapkan rencana tanggap darurat apabila ada kondisi emergency bagi warga disekitarnya...?Apakah nantinya tidak akan ada lahan kosong di area Gresik yang akan tersisah karena semuanya akan di explore habis-habisan...?

Saya nggak ngerti dan nggak bisa jawab pertanyaan-pertanyaan yang sepele tersebut....tapi yang jelas, saya(dan saya harapkan juga semua warga Gresik yang lainnya) untuk selalu buka mata dan telinga, guna ikut mengawasi kemungkinan terjadinya segala aktifitas yang sekiranya sengaja ataupun tidak disengaja merusak dan merugikan lingkungan kota Gresik tercinta....Ayo..!!!



إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Sesungguhnya Kami telah memberikan karunia sangat banyak kepadamu, maka sholatlah untuk Tuhanmu dan sembelihlah kurban”. Qs. Al-Kautsar: 1 – 2,



Also see: Matadors a la Nggresik, a video captured Qurban's day 1431 H at PTS, Manyar Gresik.


Pelabuhan rakyat di kota Gresik yang dalam kesehariannya selalu nampak padat dengan segala aktivitas. Kapal motor kayu yang berjajar-jajar merupakan moda transportasi yang masih eksis sampai saat ini, mencoba untuk terus bersaing dengan kapal-kapal baja yang kokoh dan besar.



Dengan latar belakang deretan cerobong-cerobong dari PLTU Gresik yang berjajar tinggi menjulang ke langit, bersandar berpuluh-puluh kapal motor kayu yang siap membelah lautan ke seluruh pulau di penjuru nusantara.





Bukan hanya dipadati dengan aktivitas bongkar muat oleh pekerja di pelabuhan, namun di Minggu pagi selalu banyak warga Gresik yang menghabiskan waktu memandangi lautan dan suasana pelabuhan dengan kapal-kapal yang bersandar disana.




Sura-Madu Bridge 5.438 kilometers connecting Surabaya city and Madura Island in East Java province will be the new icon of development for East Java. Sura-Madu will be the longest bridge in Indonesia and even in Shout-east Asia.
Sura-Madu bridge that connect Java island and Madura island is expected to gift benefit, merit and improvement to the people of Madura.
"Since the begining of the construction, we have to involve our relatives, community figures, experts and leaders in East Java area especially in Madura. It is due to our expectation of the growth of Madura Island by the establishment of Sura-Madu bridge later, weather it is at the industrial area, services area, and so on in the very begining we have to invite and also bring the improvement to them.

There must be no distance in the expanding effort of Madura, because they are the real agent of establishment. And it may be united between their hope and wishes with our awareness and also the cooperation between central and local government, private and university side. It will produce a good synergy. We build Sura-Madu bridge for the interset of our people" said The President of Indonesia Mr Susilo Bambang Yudhoyono.

"We want Surabaya and Madura becoming more progressive, the people becoming more prosperous, without leaving behind the good aspect. Both religious and custom aspect" the President said.

Public Works Minister, Mr Djoko Kirmanto said that hopefully Sura-Madu bridge, the longest bridge in Indonesia would be inaugurated by the President on June 10th 2009.

The construction contract for the building of the bridge was signed on September 24th, 2004 between China and Indonesia. And the construction work began in a year after, October 2005.

"All aspecs of the toll road have been met, the government still has yet to determine the company that will manage the operational of the bridge" The Minister said.

The bridge is one of the most significant cooperative projects between China and Indonesia. With the closing process completion and the bridge in operation, the bridge can provide smooth traffic for both Surabaya people and also Madura residents. And make its own contributions to the local economic and social development.

"With the great efforts made by the China Road and Bridge Corporation, the main contractor, I am sure that the bridge can pe complete and operate on time" the Public Works Minister Djoko Kirmanto said earlier.

Picture from: Suramadu.com




Pesta Demokrasi atau Pemilu tahun 2009 berjalan dengan lancar, aman dan damai. Apakah Ini merupakan cermin dari langkah maju bagi perjalan proses demokrasi di negara ini? Atau sebaliknya, jangan-jangan masyarakat sudah mulai menganggap bahwa ini adalah suatu "peristiwa biasa yang tidak penting" bagi perjanan hidup mereka ke depan. Sehingga tidak ada lagi antusiasme dan semangat dari rakyat untuk terlibat. Alias datar-datar saja yang mereka rasakan. Dan memang sepertinya tidak ada kepentingan rakyat di dalamnya...
Berkaitan dengan penyelenggaraan pesta pora demokrasi tersebut, terlepas dari penting dan tidak pentingnya moment tersebut bagi rakyat, berikut ini adalah petikan dari "wawancara imajiner" antara saya (S) dengan pemenang(P) pesta demokrasi tahun 2009 yang berlangsung tanggal 9 April 2009.

(S): Selamat atas keberhasilannya meraih prosentase suara tertinggi di Pemilu th 2009 ini.
(P): Terima kasih, saya merasa hal ini dalah sesuatu yang biasa-biasa aja.tidak istimewa.
(S): Bukankah ini adalah suatu pencapaian yang hebat. mampu mengalahkan partai-partai besar seperti PDIP, Golkar, Demokrat yang lebih terorganisir dan partai-partai kuda hitam seperti PKS, Gerindra, PAN, atau PKB yang lebih ber semangat?
(P): Ah...Kita menjadi terbanyak karena rakyat juga yang lebih pinter milih.
(S): Apa kira-kira yang menjadi rahasianya?
(P): Tidak pakai rahasia-rahasiaan. Juga tidak pakai strategi khusus. Semuanya mengalir begitu saja. Natural selection. Dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat juga.
(S): Atau mungkin terikat dengan suatu koalisi tertentu yang marak di antara partai-partai peserta Pemilu th 2009 ini?
(P): Nggak....nggak ada koalisi yang pakai istilah golden-goldenan. Tidak juga dengan poros-porosan.....kita cukup satu warna saja. Atau malah nggak pake warna...
(S): Wahh...kalau begitu...pasti menghabiskan dana yang tidak sedikit untuk jadi pemenang. Soalnya, yang kalah aja menghamburkan biaya bermilyar-milyar?!
(P): Tidak ada biaya besar...bisa dikatakan nol...alias tanpa biaya....!
(S): Ati-ati dengan KPK loh pak...kalau tidak jujur dengan biaya kampanye....
(S): Benar....!!! Saya tidak bohong..!!!Semuanya serba nunut.
(P): Loh...kok....????
(S): Iya...nunut dari media cetak, elektronik, dan semua media masa yang ada....! Bahkan juga kita menjadi semakin besar dan menguat karena kontribusi dari semua partai-partai peserta pemilu......Ini semua juga karena segala pesta pora yang dilakukan mereka semua menjelang pemilu, yang mereka sebut sebagai kampanye. Padahal kata seorang budayawan kondang lebih tepat kalau disebut "karnaval". Bukan kampanye. Ahh...memang benar-benar sebuah pesta pora demokrasi yang sangat mahal, menghambur-hamburkan duit, lucu, konyol dan mungkin sekejap menghibur rakyat. Dengan panggung-panggung hiburan penuh dengan artis-artis yang cantik, uang yang dibagi-bagi, sembako, makanan kecil, kaos-kaos gratis untuk dipakai sehari-hari, dan malah ada yang bagi-bagi ongkos naik haji segala....!!? Tapi tentu saja.... itu semua semakin menguntungkan bagi kita. Menguatkan kita..!
(S): Kok bisa.....
(P): Ya...iya..lah.....rakyat jadi semakin tahu lewat kampanye-kampanye yang berdana sangat mahal tersebut semua komentar-komentar lucu dan memprihatinkan dari semua Parpol. Semua kebohongan-kebohongan berupa kontrak-kontrak politik, janji-janji kosong untuk rakyat yang mereka sampaikan berulang-ulang..... dari pemilu ke pemilu. Mereka memperlakukan rakyat seakan-akan rakyat adalah objek bodoh yang bisa dibodohi dengan seenaknya mulut mereka. Rakyat yang dianggap "bodoh" itu sekarang ngerti kalau ternyata ada yang lebih "bodoh" dari pada mereka. Yang lagi mengharapkan sesuatu dari keterwakilan mereka berupa hak suara di Pemilu.
(S): Jadi Pak.......(tanpa mampu menahan cerocos dari yang diwawancarai)..
(P): Jadi...(dengan suara semakin meninggi) rakyat akhirnya menjadi penguasa dari diri mereka sendiri...dengan tidak memberikan haknya untuk memilih salah satu dari peserta Pemilu.....dengan begitu mungkin akan sedikit mengurangi kekesalan mereka dan keputus asa-an mereka melihat sepak terjang dari "wakil rakyat" yang kahir-akhir ini semakin memprihatinkan dan memalukan!!!!!...(emosi)
(S) : Loh... bukannya Bapak juga salah satu parpol peserta Pemilu 2009....???(bingung).
(P): Maaf mas....tolong dicatat. Saya memang mewakili pemenang pemilu 2009 ini, tapi saya bukan parpol peserta pemilu 2009...!!!
(S): Mana mungkin Pak...???
(P): Mungkin saja...kita kan nggak milih....Bruakkkk...!!!! Kata orang kita ini Golput.....!!!(orang tersebut sambil memukul meja keras-keras).
Kerasnya suara pukulan itu mengakhiri wawancara tersebut dan sekaligus pula membangunkan saya dari tidur siang di hari minggu ini......Eeee...ternyata wawancara tadi itu cuman mimpi di siang bolong rek...!!??(garuk-garuk ke
pala).

Catatan:
- Postingan/tulisan ini semata-mata hasil dari buah mimpi tidur di siang hari, tanpa sama sekali bermaksud untuk mempengaruhi golongan tertentu atau masyarakat luas untuk berpihak atau condong ke salah satu parpol atau golongan, atau.....(waduh cek angele..??!!) atau ngajak-ngajak golput....
- Gunakan hak pilih anda dengan baik, benar, dan bertanggung jawab, untuk ikut menentukan arah perjalanan Bangsa Indonesia ke depan. Satu suara anda akan sangat bermakna bagi terciptanya perubahan menuju Indonesia baru yang lebih baik. Dan itu bisa kita mulai dari sini(pemilu 2009). Ingat.....perjalanan panjang 1000 mil, selalu dimulai dari satu langkah kaki terlebih dahulu..... ( cuilee.....kayak omongannya caleg..hehehe)


Salam contreng.

Seperti biasanya, hari minggu pagi adalah hari yang sangat menyenangkan bagi semua orang. terutama anak-anak. Hal juga pula yang dirasakan oleh anak-anak ku. Begitu sinar cerah matahari menyapa, dan mereka terbangun dari tidurnya, "my two super kids" langsung merangsek ke Bapak-Ibunya. Yang sebenarnya lagi memanjakan diri dengan menikmati "perpanjangan waktu tidur" saat wiken. Kali-kali aja akumulasi dari kepenatan setelah seminggu kerja bisa hilang.
Entah ide dari mana mereka memaksakan untuk "jalan-jalan di alun-alun kota. "Mau ke alun-alun Pak, lihat air mancur !!" kata si bungsu sambil terus menarik-narik tanganku. Suatu permintaan yang tidak bisa kutolak untuk kululuskan. Pikirku mungkin mereka jenuh dan ingin bermain di "open space", sambil sekaligus jajan.

Meskipun sudah agak siangan akhirnya berangkatlah kita ke alun-alun kota gresik. Yang jaraknya kurang lebih 5 Km dari rumah. Keramaian minggu pagi sudah mulai berkurang, saat kami sampai disana.
Mereka kubiarkan lepas berlarian dan bermain sesampainya disana. Seperti yang kubayangkan mereka sangat menikmati menghabiskan waktu
di sana beberapa jam . Hal ini bisa ku lihat dari keceriaan wajah mereka , walau berlumur keringat. Ya...lumayan lah...hiburan murah meriah.....pikirku.
Layaknya sebagian kota di Indonesia, alun-alun kota Gresik juga merupakan salah satu tempat nongkrong warga kota. Space yang luas untuk berlarian anak-anak, rumput hijau dan taman yang tertata rapi, banyaknya pedagang makanan dan mainan di sisi-sisinya, juga air mancur di tengah-tengahnya semakin menciptakan kesegaran suasana untuk melepas lelah.
Di hari Minggu pagi, alun-alun selalu dipenuhi dengan aktivitas warga yang ber-olah raga, ataupun yang sekedar berjalan-jalan untuk sekedar menghirup udara pagi yang masih segar. Suasana rindang dan hijau memang ditunjang dengan banyaknya pohon-pohon dan taman disekelilingnya. Ya...alun-alun yang berada di tepat tengah-tengah kota tersebut seakan menjadi "paru-paru kota" bagi warga, di antara berbagai macam pabrik yang berdiri di sekitarnya.
Susana malam minggu adalah puncak kepadatan alun-alun ini. Pengunjung dari semua sudut kota seakan tak mau menyia-nyiakan tanah lapang tersebut untuk bersantai dengan teman, maupun keluarganya. Juga keberadaan rombongan wisatawan lokal yang mampir di alun-alun setelah melakukan wisata religi, semakin meramaikan suasana.
Di seputaran kota Gresik yang tidak terlalu luas memang tidak ada "public facility" yang menawarkan hiburan dimalam hari. Lain halnya dengan Surabaya, tetangga terdekat Gresik, yang banyak dihiasi dengan beragam alternatif hiburan di malam hari. Sehingga tidak sedikit warga Gresik yang "tersedot" kesana.
Ya..alun-alun kota ini semakin hari semakin dirasakan penting keberadaannya bagi warga Gesik. Hal ini seakan juga dipahami oleh pemda setempat. Sehingga tidak heran upaya-upaya untuk semakin mempercantik keberadaannya semakin getol dilakukan. Memang kalau semua komponen dari masyarakat merasa membutuhkan, dan "memiliki" pasti semua akan ikut menjaga dan merawatnya. walaupun masih ada sekelompok kecil orang-orang yang belum menyadari hal tersebut. harapan kita semua, semoga alun-alun Gresik ini semakin cantik dan nyaman bagi semua orang, sehingga menjadi salah satu "icon" kota yang selalu ramai dikunjungi.


Damar kurung, lampion(kap lampu tradisional) dari kertas dengan kerangka bambu yang di sisi-sisinya dipenuhi dengan lukisan, adalah karya seni tradisional asli dari kota Gresik. Karya seni lukis lampion dengan design unik, berkarakter polos kekanak-kanakan, berhias warna terang kuning, merah, hijau, dan merah jambu tersebut seakan-akan tidak bisa lepas dari nama besar maestronya; Mbah Masmundari. Ya...Mbah Masmundari dan Damar kurung merupakan aset Gresik, bahkan setelah beliau meninggal.

Mbah masmundari memang patut disebut sebagai seorang maestro. Selain karya lukis damar kurung-nya yang sampai saat ini semakin menjadi rebutan para kolektor seni, juga banyak terpasang di beberapa kantor pemerintahan, dan perusahaan. Di antaranya di Kantor Gubernur Jawa Timur, kantor Pemda Kab. Gresik, kantor PT Semen gresik, PT Petrokimia Gresik, dan lain-lain.Karyanya banyak dikenal masyarakat luas sejak di pamerkan di Bentara Budaya Jakarta, nopember 1987.

Selain itu beberapa Presiden yang pernah berkuasa di negri ini pun sudah pernah bertemu dengan "sang maestro" mulai dari Suharto, BJ Habibie, dan Abdurrahman Wahid. belum lagi Tri Sutrisno, Harmoko, Imam Utomo, dan masih banyak pejabat dan pimpinan perusahaan yang pernah menemuinya dan tentu saja mengkoleksi lukisan damar kurung-nya. Suatu sosok yang populer dan sulit dicari bandingannya di kota Gresik ini.......

"Hidup harus terus berkarya. Walaupun sudah mati, orang akan selalu menghargai karya kita sampai kapanpun" kata Mbah Masmundari suatu ketika di usianya yang ke 115 tahun. Suatu totalitas kecintaan terhadap seni dan semangat berkarya yang mengagumkan dan patut selalu kita jadikan tauladan. Terutama bagi warga Gresik.

Apa yang telah beliau berikan semasa hidupnya bagi kelestarian karya seni damar kurung, sudah selayaknya mendapat apresiasi lebih dari pemerintah daerah dan warga Gresik. Dan sudah selayaknya pula kita semua meneruskan apa yan telah beliau wariskan kepada kita semua. yakni dengan melestarikan karya beliau, dan juga menghidupkan seni membuat damar kurung di kalangan masyarakat Gresik. Baik lewat institusi formal maupun informal. Jangan sampai dengan segala kemajuan berpikir dan modernitas yang ada di kota Gresik ini malah mengubur suatu tradisi dan krya seni tradisional yang sudah memberikan nama harum kota gresik

Setelah mengalami pasang surut di kancah persepak bola-an nasional, kini masyarakat gresik mulai bisa tersenyum bangga dengan "jagoan" barunya "Gresik United". Masyarakat sepak bola pasti telah mengenal betul bagaimana kiprah dari Petrokimia Putra Gresik, klub sepak bola binaan Pabrik pupuk PT Petrokimia Gresik yang pernah menjadi "jawara tanpa piala" di ajang Liga Indonesia I. Masyrakat pun pasti tahu dan kenal klub sepak bola perserikatan asal Gresik yakni Persegres. Namun sayangnya keberadaan kedua klub kebanggaan masyarakat Gresik itu tinggal hanya kenangan. keduanya tenggelam dari permukaan kancah sepak bola nasional.
Tapi roh dari kedua klub besar tersebut akhirnya bersemayam di klub baru paduan dari keduanya, Gresik United. Klub yang berjuluk "Joko Samudro" ini memang masih berlaga di divisi satu liga nasional. Tapi karena kiprahnya yang cukup mengagumkan klub debutan ini tak ayal segera merebut hati dari seluruh masyarakat Gresik. "Ultras mania" pada khususnya.

Prestasi yang di torehkan klub yang di manajeri Bapak Kita Haji Ali Mukhit ini cukup fenomenal, yakni dengan berhasil menembus babak 16 besar copa Djie Sam Soe dalam usianya yang masih satu tahun lebih.
Tidak heran kalau semakin hari dukungan dari ultras mania semakin menjadi. Bapak'e wong Gresik sendiri KH Robbach Ma'sum, orang nomor satu di Gresik, sampai bela-belain mengawal pertandingan demi pertandingan yang dilakoni GU. Bahkan sampai ke Bantul(walaupun di Bantul segenap keluarga GU mendapat perlakuan yang tidak sportif dari wasit, para pemain Bantul, dan juga suporter Bantul, tapi kita berharap dukungan dari Bapak Bupati semakin besar)
Sebagai masyarakat Gresik tentunya keberadaan GU sebagai "ikon" baru kota Gresik membersitkan harapan dan kebanggaan tersendiri. Dan rasa bangga itu selayaknya diwujudkan dengan dukungan yang terus-menerus dan sportif dalam setiap laga GU. Dengan selalu menjaga ketertiban di luar lapangan dan selalu menghormati tim tamu yang datang.
Demi jayanya kembali persepak-bolaan kota Gresik. VIVA GU......VIVA ULTRAS....


Apabila anda berjalan jalan sore atau malam hari di seputar "kota pudak", Gresik, ada pemandangan yang cukup unik di pinggir pinggir jalan di kota ini. Ya..... bila anda cermati, anda akan menemukan banyak sekali kerumunan orang-orang (biasanya sih laki-laki) dari rentang usia remaja bahkan sampai kakek-kakek. Berjajar motor dari segala merk yang di parkir dipinggir jalan, bahkan hampir mirip seperti ada kondangan. Pemandangan seperti itu adalah pemendangan rutin yang mengawal malam-malam di kota gresik. Bukan untuk suatu maksud atau acara apapun, tapi mereka cuma sekedar nongkrong di warung kopi. Istilah kerennya "Clubbing" atawa "stress release" atau yang lebih familiar di telinga orang jawa adalah "cangkrukan".

Kalau kita cermati, diseputar kota Gresik yang tidak terlalu luas saja ada kurang lebih 200-an warung kopi yang menawarkan tempat untuk cangkru'an. Tidak heran, kenapa warung kopi semacam itu di sebut "Warung Gresik'an", oleh banyak masyarakat di luar Gresik.
Walaupun jumlah warung yang terbilang cukup banyak , toh setiap malam warung-warung tersebut tidak pernah sepi dari pengunjung yang "memadati". hal ini seakan sudah menjadi budaya sehari- hari di kota pudak ini. Masing-masing warung atau "area cangkru'an" mempunyai komunitas sendiri-sendiri. Walaupun pada kenyataannya toh mereka tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin mampir untuk sekedar makan dan minum. Dan masing masing dari warung tersebut mencoba untuk menampilkan ciri khas mereka sendiri dalam upaya selalu menjaring dan mempertahankan komunitasnya yang sudah terbentuk. tentu saja semuanya itu semakin menambah ragam pesona dari keberadaan warung cangkru'an di kota Gresik.
Oleh karena itu sobat, kalau bermalam dan berkunjung ke kota Gresik, belumlah cukup hanya sekedar membeli pudak, makan nasi krawu dan minum legen saja. Untuk lebih merasakan kesan yang mendalam silahkan mencoba mengunjungi salah satu warung cangkru'an di kota Gresik. Anda akan mendapatkan suasana yang berbeda, akrab, dan tentu saja murah meriah. Salam dari Gresik!




Sample Text

Powered by Blogger.
Powered By Blogger

Popular Posts

Total Pageviews