Showing posts with label motivasi. Show all posts
Showing posts with label motivasi. Show all posts

I'm Back where I belong
My Friends... long to see
I missed you all so much

I took 6 months off
I'm sorry all my pals
on the bloggesphere
It doesn't matter what I do
Always end up here with you

so, being back on the blog
Is a bright spot
and I really look forward to chatting it up
with you 're all again.
Happy blogging...



Kawan...

Ditengah kondisi bangsa yang belum saja bisa bisa dikatakan membaik.
Ditengah carut marut kehidupan sosial masyarakat kita dewasa ini.
Bahkan mungkin ditengah kegelisahan kita dengan segala apapun yang kita alami
Kita senantiasa harus selalu merasa yakin bahwa apapun yang terjadi pada diri kita, baik ataupun buruk, semata-mata dirancang oleh Yang Maha Kuasa hanya utuk memuliakan kita.
Kita harus selalu yakin bahwa yang membentuk keberhasilan dan kemuliaan hidup kita adalah kualitas reaksi yang kita berikan terhadap segala yang menimpa kita,
jika kita memperlakukan segala kejadian dengan sikap yang baik, kita akan menjadi pribadi yang berhak untuk hidup dalam kebaikan.

Karena sebetulnya, apapun yang terjadi, setiap dari kita sebenarnya sudah beruntung,
tetapi mungkin kita belum menyadari.
setiap dari kita bisa lebih beruntung.

Orang yang merugi,
adalah dia yang tidak menjadi
sebagaimana dia bisa menjadi.
Dia tidak mencapai keberuntungan maksimalnya.

Masalahnya bukanlah kurangnya pengetahuan,
tetapi tidak cukupnya tindakan.

sekedar bertindak dan bekerja saja tidak cukup, untuk hasil yang terbaik.

Kita harus bekerja keras.
Bekerja keras itu mulia,
karena bahkan saat kita bekerja keras untuk sesuatu yang tidak menghasilkan, kita tetap diuntungkan oleh penampilan dari kesungguhan kita.
Dan kita juga tetap diuntungkan oleh latihan baik yang kita dapatkan di dalam bekerja keras itu.

Bila tidak ada orang yang memperhatikan kerja keras kita,
sadarilah bahwa Yang Maha Kuasa sedang lekat memperhatikan kita.

Janganlah kita berkecil hati,
dengan kecil dan lambatnya hasil dari kerja keras kita.
Karena cinta kasih dari Yang Maha Kasih,
dibangun dari keharuan yang syahdu kepada mereka yang tetap setia pada kerja kerasnya.
Walaupun...apapun itu..

Kita harus bersabar

Karena akan pasti datang.
Penuntun bagi penetapan kerja kita.
Dan karena-Nya juga kita,
akan tumpah semua rahmat yang selama ini tertunda dengan sebuah maksud.
Janganlah lupa bahwa alam tidak pernah berlaku, tanpa sebuah maksud yang pasti.

Kita harus bekerja keras

Kita pasti setuju bahwa bekerja keras pada pilihan pekerjaan yang tepat, akan menghasilkan hadiah yang dapat membiayai pencapaian dari impian-impian kita yang lebih besar.
Bekerja keras sesaat, hanya cukup untuk pencapaian hasil sesaat.

Tetapi hidup kita ini adalah barisan panjang dan tak berjeda dari banyak saat.
Hanya dia yang memiliki disiplin pribadi yang baik, yang akan memastikan dirinya bekerja keras pada pekerjaan yang tepat setiap saat.

maka bekerja keras di sepanjang semua saat itu,
adalah pembangun dan pembentuk kehidupan ini.

Karena,
Dia yang malas bekerja keras, harus rajin berlatih meminta-minta.
Dan,
Dia yang menghindari kerja keras saat muda,
akan dipaksa bekerja keras di masa tua...


Seperti dirangkum dari: Discourse milist MTSC

Bersama kita pasti bisa………!
Apapun masalahnya. Seberat apa pun jalan terjal yang harus didaki. Sebesar apa pun aral yang menghadang……kalau kita hadapi bersama, bahu membahu dan bergandeng erat satu sama lain……
Maka kita pasti sampai ditujuan. Kita pasti bisa mencapai apa yang kita inginkan….mencapai keberhasilan!
Dengan kebersamaan kita pasti bisa menjawab semua tantangan. Karena kita tidak berdiri sendirian ditengah jalan yang membingungkan. Selalu ada teman yang akan menggandeng dan mengingatkan kita, kala kita bingung dan merasa putus asa……..

Dengan berjalan beriringan kita pasti sampai ke tujuan. Betapapun berat dan menyesatkannya perjalanan, karena kita yakin bantuan selalu ada di dekat kita. Dan kita sadar bahwa suatu saat dalam perjalanan kita pasti butuh bantuan.
Tidak ada yang tidak mungkin kalau kita lakukan bersama-sama. Bahkan gunung pun dapat kita pindahkan kalau kita bersama.

Jadi kenapa anda diam menyendiri………..?
Ayo berdiri dan bergabung bersama ! Banyak sekali yang harus kita pelajari dan persiapkan bersama saat ini juga !. Karena nasib bukan masalah kesempatan, tapi keputusan. Tidak untuk ditunggu, tapi untuk dicapai.
Dan jangan rela hanya bermimpi. Jangan biarkan orang lain menginjak-injak impian kita. Karena dari impian-impian itulah semangat hidup kita muncul. Dari mimpi-mimpi itulah bahwa kita merasa kita hidup.
Dan kita hidup cuman sekali. Jadi….jangan sia-siakan hidup kita, jangan takut untuk bermimpi, dan jangan takut pula berjuang untuk mencapainya. Demi hidup kita.. dan demi hidup orang-orang yang kita cintai…..

Bahkan kalau pun maut resikonya…..Rasanya jauh lebih gagah dan berharga bagi kita untuk mendapatkanya….. Dari pada hanya duduk diam termangu dari hari ke hari, sambil menatap ketidak berdayaan dan pandangan kosong orang-orang tercinta kita dalam keinginan untuk menggapai hidup yang jauh lebih baik....




Sahabat,
Selama ini saya menyadari bahwa salah satu faktor penting untuk mencapai sebuah kesuksesan hidup sangatlah bergantung pada bantuan dan dukungan orang lain, akan tetapi tetap saja terkadang saya bertingkah sebaliknya.
Memang benar pandangan umum yang berlaku sejak dulu bahwa setiap orang cenderung egois, lebih tertarik kepada dirinya sendiri dibandingkan orang lain. Setiap orang ingin merasa dirinya penting, tidak bisa menerima perbedaan, merasa dirinya lebih berharga dan mempunyai punya nilai serta sulitnya merendah di hadapan orang lain.
Faktor-faktor itulah yang membuat saya terkadang sulit membina sebuah persahabatan.
Sebuah pepatah bijak mengatakan: Aku pergi keluar mencari sahabat, tak kutemukan satu pun. Aku pergi keluar untuk menjadi sahabat, kutemukan sahabat di mana-mana.
Ya, cara mencari sahabat adalah dengan menjadi sahabat terlebih dahulu bagi orang lain. Belajarlah menghargai orang lain dan memahami sudut pandangnya. Buatlah orang lain merasa nyaman ketika berada dekat kita.


Salah satu cara yang paling efektif adalah dengan belajar mendengarkan. Mendengarkan tidak sama dengan mendengar. Mendengar hanya membutuhkan telinga tetapi mendengarkan membutuhkan telinga, hati dan pikiran. Dale Carnegie bahkan menegaskan, " Anda bisa memiliki lebih banyak teman dalam waktu 2 minggu dengan menjadi pendengar yang baik daripada 2 tahun dengan berusaha membuat orang lain tertarik kepada Anda". Persahabatan sejati terdiri dari telinga yang mau mendengarkan, hati yang mau memahami dan tangan yang siap menolong.
Salah satu yang sangat melekat dihati saya adalah bahwa hal yang terpenting dalam membangun sebuah persahabatan adalah ketulusan. Berbuat baiklah kepada orang lain semata-mata karena ia adalah manusia. Bukan karena kita mengharapkan sesuatu darinya. Ketulusan memang sulit dibuktikan. Ia biasanya hanya akan terlihat seiring perjalanan waktu. Bahkan kerap terbukti ketika yang bersangkutan telah tiada.

Saya pun belajar untuk mulai bisa menerima perbedaan yang ada. Setiap manusia adalah unik. Seperti kata Henry Ford, "Sahabat terbaik saya adalah orang yang dapat membuat saya menjadi yang terbaik". Bukan menjadi seperti dirinya.

Seorang sahabat adalah orang yang melihat anda dalam keadaan terburuk, tetapi tidak pernah melupakan keadaan anda yang terbaik.

Seorang sahabat adalah orang yang mengganggap anda sedikit lebih mengagumkan daripada anda yang sebenarnya.
Seorang sahabat adalah orang yang dapat anda ajak bicara selama berjam-jam atau bersama dalam keheningan.
Seorang sahabat adalah orang yang dapat ikut berbahagia atas keberhasilan anda.

Seorang sahabat cukup percaya kepada anda sehingga ia berbicara terus-terang ketika berbicara kepada anda.

Seorang sahabat tidak mencoba untuk mengetahui lebih banyak, bertingkah sok pintar, atau menjadi guru yang terus-menerus mengajari anda.

Seorang sahabat adalah orang yang mendengarkan anda sekalipun ia tidak tertarik pada apa yang anda katakan. Ia mendengarkan karena ia mengerti hal tersebut penting bagi anda.

Seorang sahabat mendorong anda bertumbuh menuju potensi maksimal Anda. Dan yang paling mencengangkan, dia merayakan keberhasilan Anda seperti keberhasilannya sendiri.


Salam dari seorang sahabat
Seperti dikutip dari: Milist Mario Teguh Super Club



Saat kita memasak,
panas yang tinggi itu membutuhkan penghantar.
Saat kita menyalakan lampu,
listrik yang kuat itu membutuhkan penghantar.
Saat kita memanggil seseorang,
getaran pita suara kita itu membutuhkan penghantar.
Dan saat kita menulis,
tinta di dalam pena kita sedang dihantarkan
untuk menjadikan berita kita - bisa dihantarkan.

Apakah ada dari yang kita lakukan,
yang tidak melibatkan sebuah penghantaran?


Apa pun di alam ini,
harus dihantarkan untuk sampai.

Perhatikanlah, bahwa meriam adalah sebuah sistem penghantaran.

Bola meriam itu - adalah kita.

Arah dari laras meriam itu - adalah tujuan yang telah kita tetapkan.

Mesiu di dasar perut meriam - yang meledak kuat dan memaksa itu - adalah motivasi Anda.

Dinding meriam yang rapat memeluk bola meriam itu, yang lurus dan setia kepada arah itu - adalah disiplin pribadi kita.

Bila kita ingin sampai di mana pun,
terutama di tempat-tempat yang jauh dan tinggi,
pastikanlah bahwa kita membangun
sebuah sistem penghantaran pribadi
yang bagus dan kuat.

Seperti dikutip dari: Discourse Milist Mario Teguh Super Club

Sample Text

Powered by Blogger.
Powered By Blogger

Popular Posts

Total Pageviews